Posted by sammy in KesehatanApr 23rd, 2010 | one response
PENGERTIAN
- Keyakinan yang salah, tidak sesuai dengan kondisi obyektif, dipertahankan terusmenerus.
- Tidak dapat digoyahkan dengan argumentasi rasional
- Keyakinan palsu yang tetap dipertahankan sekalipun dihadapkan cukup bukti kekeliruannya
- Tidak serasi dengan latar belakang pendidikan dan sosial budaya
RENTANG RESPON WAHAM
Gangguan pikiran/waham
Sulit berespon emosi
Perilaku kacau
Isolasi sosial
Distorsi pikiran
Ilusi
Reaksi emosi berlebihan /kurang
Perilaku aneh/tdk biasa
Menarik diri
Pikiran logis
Persepsi akurat
Emosi konsisten dg pengalaman
Perilaku sesuai
Berhubungan sosial
Respon Maladaptif
Respon Adaptif
JENIS WAHAM
- Waham kebesaran
- Waham kejaran
- Waham depresif dan nihilistik
- Waham agama
- Waham somatik
- Siar pikir
- Sisip pikir
- Kontrol pikir
KATEGORI WAHAM
- Waham sistematis: konsisten, berdasarkan pemikiran mungkin terjadi walaupun hanya secara teoritis.
- Waham nonsistematis: tidak konsisten, yang secara logis dan teoritis tidak mungkin
PENGKAJIAN
- Faktor predisposisi
- Faktor Presipitasi
- Mekanisme Koping
- Perilaku
Faktor Predisposisi
- Genetis; diturunkan
- Neurobiologis; adanya gangguan pada kosteks pre frontal dan kosteks limbik
- Neurotransmiter; abnormalitas pada dopamin, serotonin, dan glutamat
- Virus: paparan virus influenza pd trimester III
- Psikologis: ibu pencemas, terlalu melindungi, ayah tdk peduli
Faktor Presipitasi
- Proses pengolahan informasi yang berlebihan
- Mekanisme penghantaran listrik yang abnormal
- Adanya gejala pemicu
Mekanisme Koping
- Regresi
- Proyeksi
- Menarik diri
- Pada keluarga: mengingkari
Perilaku Waham
- Waham agama: percaya bahwa seseorang menjadi kesayangan supranatural atau alat supranatural
- Waham somatik: percaya adanya gangguan pada bagian tubuh
- Waham kebesaran: percaya memiliki kehebatan atau kekuatan luar biasa
- Waham curiga: kecurigaan yang berlebihan atau irasional dan tidak percaya dg orang lain
Perilaku Waham
- Siar pikir: percaya bahwa pikirannya disiarkan ke dunia luar
- Sisip pikir: percaya ada pikiran orang lain yang masuk dalam pikirannya
- Kontrol pikir: merasa perilakunya dikendalikan oleh pikiran orang lain
POHON MASALAH
Kerusakan komunikasi verbal
Perubahan proses pikir: waham …….
Gangguan konsep diri: harga diri rendah
DIAGNOSIS KEPERAWATAN
Masalah Keperawatan:
- PPP: waham …..
- Gg konsep diri: harga diri rendah kronis
- Kerusakan komunikasi verbal
Diagnosis Keperawatan:
- Kerusakan komunikasi verbal b.d. waham ….
- Perubahan proses pikir: waham…. b.d. harga diri rendah kronis.
TUJUAN
- Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat.
- Klien dapat mengidentifikasi kebutuhan yg tidak terpenuhi.
- Klien dapat mengontrol waham
- Klien mendapat dukungan keluarga untuk mengatasi wahamnya
- Klien dapat minum obat sesuai program
TINDAKAN KEPERAWATAN
- Bina hubungan saling percaya dengan klien
- Diskusikan kebutuhan yang tidak terpenuhi
- Bantu klien mengontrol waham
- Beri pendidikan kesehatan kepada keluarga untuk mengatasi waham klien
- Jelaskan dan fasilitasi minum obat
Membina hubungan saling percaya
- Bersikap tenang
- Emphati terhadap klien
- Pertahankan kontak mata
- Perkenalkan diri
- Buat kontrak yang jelas dengan klien, tepati kontrak yg telah disepakati
- Dengarkan ekspresi perasaan klien
- Tdk mencoba menjelaskan/membantah klien
Identifikasi kebutuhan yg tidak terpenuhi
- Diskusikan harapan-harapan klien selama ini
- Diskusikan harapan yang tercapai dan tidak tercapai
- Diskusikan perasaan klien terhadap harapan yang tidak tercapai tersebut
- Diskusikan hubungan antara perasaan klien dengan keyakinan (waham) klien
Bantu klien mengontrol waham
- Diskusikan perasaan takut, cemas, dan marah yang dirasakan oleh klien.
- Diskusikan kaitan perasaan klien dengan keyakinan klien (yang salah)
- Diskusikan konsekuensi keyakinan klien terhadap kehidupan sehari-hari klien.
- Paparkan klien pada realita sesuai kondisi lingkungan.
Pendidikan kesehatan keluarga
- Jelaskan masalah waham yang dialami oleh klien
- Jelaskan adanya kebutuhan / harapan klien yang tidak terpenuhi sehingga muncul waham
- Jelaskan cara berkomunikasi verbal dan non verbal dengan klien
- Jelaskan perlunya dukungan keluarga agar klien minum obat secara teratur
Jelaskan tentang penggunaan obat
- Jelaskan jenis obat yang digunakan oleh klien
- Jelaskan manfaat masing-masing obat
- Jelaskan efek samping yang mungkin terjadi
- Jelaskan cara benar mengkonsumsi obat (5 benar)
- Jelaskan cara mendapat informasi terkait dengan penggunaan obat dan bila efek samping terjadi
KENDALA INTERVENSI WAHAM
- Menjadi cemas dan menghindari klien
- Menguatkan waham
- Berupaya menjelaskan bahwa klien salah
- Men-setting tujuan yang tidak realistis
- Kebingungan terhadap waham klien
- Gagal mengklarifikasi hal-hal yang terjadi di sekitar waham klien
- Tidak konsisten
- Memprioritaskan waham dari pada manusianya
EVALUASI
- Klien percaya dengan perawat, terbuka untuk ekspresi waham
- Klien menyadari kaitan kebutuhan yg tdk terpenuhi dg keyakinannya (waham) saat ini
- Klien dapat melakukan upaya untuk mengontrol waham
- Keluarga mendukung dan bersikap terapeutik terhadap klien
- Klien menggunakan obat sesuai program
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
setahu saya selama ini cuma paham dan wadam.
paham = mengerti
wadam = waria
ternyata waham bukanlah gabungan antara paham dan wadam ya ^^! tetapi suatu gangguan pikiran. hehehe…
salam kenal mas! nice post