Pencegahan Penularan Virus Corona (SARS-COV2)

      Comments Off on Pencegahan Penularan Virus Corona (SARS-COV2)

UNICEF

Virus corona dalam berita terkini mulai pada gelombang penyebaran kedua (second wave), dengan kata lain, Wuhan sebagai titik utama penularan mulai mengalami penurunan jumlah pengidap, sedangkan di area dengan radius lebih luas mulai mengalami peningkatan jumlah pasien yang terjadi pada seluruh dunia.

Unicef telah memberikan informasi bahwa kita tidak harus panik dan histeris menghadapi serangan ini, namun dengan tetap waspada dan melakukan upaya upaya pencegahan maupun proteksi diri.

Berikut adalah pesan dari UNICEF bagi publik dunia :

  • Virus korona berukuran dengan diameter sel 400-500 mikro, jadi setiap masker dapat mencegah masuknya virus sehingga tidak perlu mengeksploitasi farmasi untuk menjual masker lain seperti N 95.
  • Virus tidak berada di udara, tetapi dapat berada di tanah, sehingga udara tidak langsung menularkan virus.
  • Virus korona, bila berada di permukaan logam, akan hidup selama 12 jam, sehingga mencuci tangan dengan sabun dan air merupakan tindakan pencegahan yang efektif.
  • Virus Corona bila berada pada permukaan kain akan tetap hidup selama 9 jam sehingga mencuci pakaian atau menjemur dibawah sinar matahari selama dua jam sudah dapat membunuhnya.
  • Virus yang berada di tangan dapat hidup selama 10 menit sehingga melaksanakan cuci tangan dengan pembersih saku beralkohol sudah cukup dapat mematikan virus corona.
  • Jika virus terpapar pada suhu antara 26-27 ┬░C, virus akan mati, virus tidak hidup di daerah panas. Juga minum air hangat dan terpapar sinar matahari sudah cukup baik untuk membunuh virus. Jauhi es krim dan makanan dingin, itu penting.
  • Berkumur dengan air hangat ditambah garam akan membunuh virus di daerah tonsil dan dapat mencegahnya masuk ke paru-paru.
  • Mematuhi instruksi ini sudah cukup untuk mencegah penularan serta penyebaran virus corona (SARS-COV2).

UNICEF

Contributed by H.Uun Sumardi, dr, SpPD K-PTI, KIC

Internist, Tropical Infections, And Intensive Care Expert

H.Uun Sumardi, dr, SpPD K-PTI, KIC