obat-obat antibiotik yang diberikan baik intravena maupun intramuskular biasanya dikemas dalam bentuk serbuk dalam vial begitu juga beberapa jenis obat lain yang dikemas dalam vial. dalam pemberiannya haruslah sebelumnya dioplos/dicampur cairan aquabidestilata biasanya 10 cc. saat dicampurkan biasanya terjadi reaksi pelarutan dan ada kalanya menimbulkan gas, bila gas ini tidak dibuang cairan obat saat ditarik kedalam spuit akan berbuih dan terkadang meluap melalui ujung jarum suntik sehingga sebagian obat terbuang. agar hal ini tidak terjadi :
- saat memasukkan cairan aquadest dengan spuit, spuit jangan buru-buru dicabut, kocok-kocok obat tersebut dengan jarum spuit masih didalamnya, kemudian tarik sedikit spuit mendekati mulut vial (masih didalam) dan biarkan udara lewat kedalam spuit, kemudian cabut spuit tersebut lalu keluarkan udaranya. bisa juga dengan cara menusukkan needle-nya ‘doang’ ke dalam vial obat yang sudah dicampur aqua selama beberapa detik (akan bunyi semburan udara) tapi jangan sampai menyentuh cairannya, karena pasti akan meluap. namun apabila tidak ‘cito’ sebaiknya dihindari karena dikhawatirkan terjadi kontaminasi melalui jarum yang terbuka
- tunggu beberapa saat sampai buih cairan obat menghilang
- saat hendak mengambil cairan obat, tarik udara kosong melalui spuit hingga garis 3-5 cc. masukan spuit ke dalam vial dan dorong udara tersebut. tindakan ini akan membantu mempermudah menarik obat dalam vial, bila tidak memasukkan udara dulu, akan terasa berat saat ditarik
- jangan lupa sebelum dan sesudah memasukkan jarum spuit ke dalam mulut vial, digosok dengan kapas alkohol untuk menghindari kontaminasi mikroba
- selamat mencoba
Related posts:
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.