Mengenal lebih jauh ginjal kita

      No Comments on Mengenal lebih jauh ginjal kita

Mungkin kita sering mendengar kata ginjal, sakit ginjal, batu ginjal dan gagal ginjal. Namun terkadang istilah ginjalnya itu sendiri kita sendiri sering tidak ingat, lupa atau sama sekali tidak terasa spesial karena memang sudah terbiasa kita dengar. Lalu, apakah ginjal itu? Manusia memiliki sepasang ginjal yang terletak di belakang perut atau abdomen. Ginjal ini terletak di kanan dan kiri tulang belakang, di bawah hati dan limpa. Di bagian atas (superior) ginjal terdapat kelenjar adrenal (juga disebut kelenjar suprarenal).

Secara pengartian bebas dari beberapa sumber mengatakan bahwa ginjal adalah sepasang organ saluran kemih yang terletak di rongga retroperitoneal bagian atas. Bentuknya menyerupai kacang dengan sisi cekungnya menghadap ke medial (tengah). Kedua ginjal terletak di sekitar vertebra T12 hingga L3 (di tulang punggung ke 12 dan tulang pinggang ke 3). Ginjal kanan biasanya terletak sedikit di bawah ginjal kiri untuk memberi tempat untuk hati. Ginjal kanan juga biasanya lebih kecil daripada ginjal kiri.

Ginjal memiliki bentuk seperti kacang dengan lekukan yang menghadap ke dalam. Di tiap ginjal terdapat bukaan yang disebut hilus dimana arteri renalis masuk dan vena relias dan ureter keluar. Bisa kita lihat pada gambar dibawah ini :

Adapun fungsi dari masing masing bagian ginjal tersebut bisa dilihat pada referensi ilmiah di perpustakaan, yang tidak memungkinkan dan untuk pengetahuan umum terlalu berat. Namun pada dasarnya ginjal berfungsi untuk menyaring, menyerap zat yang masih dibutuhkan dan membuang zat yang membahayakan tubuh melalui air seni atau kencing.

Ginjal kita setiap harinya menyaring sekitar 200 liter darah. Selain menyaring darah, pengubah vitamin D dalam tubuh, serta mengatur keseimbangan asam-basa tubuh, ginjal juga memiliki beberapa fungsi lainnya, yaitu:

  1. Menyaring dan Membuang Limbah
    Ginjal memiliki peran penting dalam pembuangan racun, kadar garam yang berlebihan, dan urea (limbah mengandung nitrogen hasil dari metabolisme protein). Dengan terbentuknya urea tersebut, maka darah akan mengalirkan urea tersebut menuju ginjal kita untuk dibuang. Tanpa organ ginjal ini, limbah dan racun akan menumpuk dalam darah dan tentunya sangat membahayakan tubuh.
  2. Mengendalikan Keseimbangan Air
    Salah satu fungsi ginjal adalah mengendalikan dan memantau keseimbangan air dalam tubuh. Melalui organ ini, seluruh jaringan tubuh dipastikan menerima air agar dapat bekerja dengan baik. Ginjal akan bereaksi terhadap perubahan kadar air dalam tubuh. Ginjal akan menahan air, bukan membuangnya ketika tubuh sedang mengalami dehidrasi. Atau sebaliknya ginjal akan mengalirkan air lebih banyak ketikan tubuh memiliki cairan yang berlebih.
  3. Mengatur Sel Darah Merah
    Oksigen merupakan unsur sangat penting dalam peredaran darah kita. Ketika tubuh tak mendapatkan cukup oksigen, maka ginjal akan mengeluarkan hormon eritropoietin. Hormon eritropoietin berfungsi untuk merangsang produksi sel darah merah lebih banyak yang berguna untuk membawa oksigen. Jika sel darah merah atau kadar oksigen sudah normal, hormon tersebut akan berhenti diproduksi oleh ginjal. Selanjutnya proses tubuh akan berjalan dengan normal.
  4. Mengatur Tekanan Darah dan Kadar Garam
    Mengatur tekanan darah dan kadar garam dalam darah juga merupakan fungsi ginjal. Ginjal akan memproduksi enzim renin sebagai prosesnya. Ketika menyaring darah, aliran dan tekanan darah yang stabil dibutuhkan oleh ginjal. Untuk itulah ketika tensi darah kita sedang naik, tidak hanya karena gangguan dari sistem peredaran darah kita, atau sistem jantung kita, tetapi bisa jadi masalah nya ada pada ginjal kita.

Kaitan dengan homeostasis

Ginjal turut andik dalam homeostasis tubuh dengan mengatur keseimbangan asam-basa (pH), konsentrasi ion mineral, komposisi dan vulme cairan ekstraselular dan tekanan darah. Ginjal mengatur fungsi homeostasis sendiri atau bekerja sama dengan organ lain, terutama sistem endokrin. Beragam macam hormon endokrin mengatur funsi endokrin seperti renin, angiotensin II, aldosteron, hormon antidiuretik (vasopressin) dan atrial natriuretik peptida. Istilah istilah tersebut tentunya diperlukan pembelajaran lebih mendalam lagi. Mudah mudahan anda semua tergerak untuk aktif mencari tahu secara lebih mendalam.

Beragam penyakit ginjal

Jika Anda tidak menjaga kesehatan dengan baik bagian-bagian ginjal secara optimal, Anda harus berhati-hati dengan risiko berbagai penyakit yang semakin meningkat. Perlu diwaspadai bahwa penyakit ginjal terkadang tidak memiliki gejala yang parah dan jikapun muncul gejala berarti penyakit ginjal kita sudah parah. Beberapa gejala yang mungkin dialami seseorang jika ginjalnya bermasalah, antara lain :

  • Sulit tidur
  • Mudah cemas
  • Sulit berkonsentrasi
  • Kulit kering dan gatal
  • Perubahan frekuensi buang air kecil
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Kencing berdarah
  • Kencing berbusa
  • Bengkak di sekitar mata dan kaki
  • Nafsu makan berkurang
  • Kram otot

Seiring bertambahnya usia, hampir seluruh organ tubuh akan mengalami penurunan fungsi. Termasuk kondisi pada ginjal kita. Sehingga, kemampuan organ ini untuk menyaring darah menjadi tidak optimal. Karena itulah, pada usia lanjut umumnya mengalami salah satu atau beberapa gejala penyakit ginjal di atas.

Beda dengan penurunan fungsi ginjal yang diakibatkan oleh penyakit, hal ini dapat memicu masalah kesehatan yang lebih serius. Jika fungsi ginjal berkurang sebanyak 10 sampai 15 persen, ini menandakan seseorang mengalami penyakit gagal ginjal. Alhasil, pasien membutuhkan cuci darah (dialisis) atau bahkan cangkok ginjal supaya ginjalnya bisa tetap bekerja secara optimal. Pada beberapa kasus, orang sengaja mendonorkan salah satu ginjal nya demi uang. Kontroversi namun fakta, untuk itulah ginjal dan tubuh kita secara umum harus senantiasa kita jaga dengan baik.

Berbagai masalah pada organ penyaring cairan tubuh ini, yang mungkin terjadi meliputi:

  • Gagal ginjal akut
    Gagal ginjal adalah kondisi saat ginjal sudah tidak mampu lagi menyaring zat-zat sisa dari dalam darah. Hal ini dapat disebabkan oleh batu saluran kemih, obat-obatan, dehidrasi berat, atau trauma/perlukaan pada ginjal. Gejalanya dapat berupa penurunan jumlah urine, bengkak di bagian kaki, sesak napas, nyeri dada, kecemasan, kejang, hingga koma. Jika tidak segera ditangani, hal ini dapat mengancam nyawa penderitanya.
  • Batu ginjal
    Batu ginjal adalah kristal atau padatan yang terbentuk di dalam ginjal. Anda mungkin lebih umum mengenalnya sebagai kencing batu. Meskipun disebut sebagai batu ginjal, batuan yang mengkristal nyatanya tidak hanya bersarang di ginjal saja. Batuan bisa berpindah ke sepanjang saluran kemih, baik itu di ureter, kandung kemih, atau uretra. Jika batu ginjal sudah berpindah ke saluran kemih, kristal tersebut dapat melukai dinding-dinding saluran kemih. Hal ini dapat menyebabkan timbulnya bercak darah pada urine. Pada kondisi inilah ketika kencing terasa pedih atau bahkan sangat nyeri.
  • Glomerulonefritis
    Glomerulonefritis adalah peradangan pada glomerulus atau pembuluh darah kecil yang menyaring darah pada ginjal kita. Karena glomerulus mengalami peradangan, ginjal tidak dapat menyaring darah dengan normal dan Anda dapat mengalami gagal ginjal. Mirip dengan penyakit ginjal lainnya, gejala glomerulonefritis dapat berupa kencing berdarah, tekanan darah tinggi, jarang buang air kecil, nyeri perut, kencing berbusa, dan pembengkakan di wajah, tangan, kaki, dan perut karena penumpukan cairan dalam tubuh.
  • Nefritis akut
    Nefritis akut adalah peradangan (pembengkakan) pada nefron ginjal. Kondisi ini menyebabkan sel-sel abnormal dari darah masuk ke urine dan menyebabkan peradangan. Sel-sel tersebut biasanya berupa eosinofil atau sejenis sel darah putih. Beberapa kasus nefritis akut juga memerlukan hemodialisa untuk membantu beban ginjal kita. Ketika peradangan sudah menyebabkan nefritis, penderita akan mengalami demam, muntah, hipertensi, nyeri punggung, dan gangguan kencing (sensasi terbakar, perubahan frekuensi, air kencing berbusa, atau kencing berdarah).
  • Infeksi saluran kencing / kemih
    Infeksi saluran kencing terjadi ketika bakteri menginfeksi saluran kencing Anda, bisa dari ginjal hingga saluran uretra. Gejalanya adalah demam, nyeri saat berkemih, dan meningkatnya frekuensi berkemih. Biasanya dokter akan menyarankan untuk minum air yang cukup serta memberikan antibiotik untuk mengobati infeksi tersebut.
  • Asidosis
    Asidosis adalah kondisi saat tubuh dipenuhi oleh darah yang bersifat asam. Normalnya, pH tubuh tidak terlalu asam atau tidak terlalu basa, yaitu sekitar 7,4. Pada kondisi asam tubuh kita cenderung mudah terserang penyakit (lihat juga kondisi tubuh yang mudah terserang penyakit), secara alami kita mempunyai alkaline buffer yang berfungsi menjaga pH tubuh kita. Dalam kondisi asidosis, pH tubuh cenderung kurang dari 7,35. Hal ini dapat disebabkan oleh banyaknya kadar karbondioksida dalam tubuh, diare, penurunan jumlah insulin, atau karena ginjal gagal menyaring zat basa dalam tubuh.
  • Uremia
    Uremia adalah penumpukan urea dalam darah yang menyebabkan iritasi pada sistem saraf pada ginjal kita maupun bagian tubuh lainnya. Pada awalnya, penderita uremia tidak merasakan gejala apa pun. Namun, lama kelamaan penderita akan mengalami kram kaki, hilang nafsu makan, sakit kepala, kelelahan parah, muntah, dan sulit berkonsentrasi.
  • Ginjal polikistik (PKD)
    Jika ada salah satu anggota keluarga yang terkena penyakit ginjal polikistik, artinya Anda berisiko terkena penyakit yang sama juga. Beberapa sumber mengatakan bahwa PKD ini bersifat diturunkan atau keturunannya memiliki resiko yang lebih besar untuk terjangkit penyakit yang sama.  Orang dengan kondisi ini cenderung tidak merasakan gejala apa pun. Gejala kista baru akan terasa jika kista tersebut sudah mulai tumbuh sebesar tiga sentimeter atau lebih besar. Gejalanya meliputi kencing berdarah, perut terasa ditekan, infeksi saluran kencing, dan sebagainya.
  • Gagal ginjal kronis
    Gagal ginjal kronis adalah penurunan fungsi ginjal di bawah batas normal lebih dari 3 bulan. Bila Anda menderita penyakit ini, artinya fungsi ginjal anda tidak lagi mampu menyaring kotoran, mengontrol jumlah air dalam tubuh, juga kadar garam dan kalsium dalam darah. Penyakit ini umumnya disebabkan karena hipertensi dan diabetes yang tidak segera ditangani atau karena berlangsung lama. Gejalanya ditandai dengan sesak napas, muntah, nyeri tulang, bengkak di sekitar mata dan kaki, pingsan, tangan dan kaki kebas, dan penurunan berat badan. Tindakan yang umum bila sudah terserang gagal ginjal adalah cuci darah.

Jenis Pemeriksaan Ginjal

Memeriksa keadaan dan fungsi ginjal adalah salah satu cara untuk mengetahui apakah fungsi ginjal kita dalam kondisi baik atau tidak. Seseorang yang mengidap diabetes, hipertensi, penyakit jantung, atau riwayat keluarga yang memiliki penyakit ginjal sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan. Adapun beberapa pemeriksaan yang umum untuk ginjal kita adalah sebagai berikut :

  1. Tes Darah
    Tes darah dilakukan untuk mengetahui seberapa optimal bagian-bagian ginjal dalam menyaring darah. Tes darah juga disebut dengan laju filtrasi glomerulus (GFR) atau di kalangan masyarakat umum mengenal dengan istilah pemeriksaan nuklir. Di tes ini, darah akan diuji dengan melihat kadar kreatininnya. Adapun kreatinin adalah produk limbah yang dihasilkan oleh jaringan otot dan dikeluarkan dari tubuh melalui proses ekskresi. Ketika seseorang ginjalnya tidak berfungsi dengan baik, maka dia akan sulit untuk mengeluarkan kreatinin dari dalam darah. Kondisi tersebut jika semakin parah memerlukan tindakan hemodialisa atau cuci darah. Dan dengan pemeriksaan GFR ini bisa kita ketahui sejauh mana kondisi ginjal kita, dan seberapa perlukah tindakan hemodialisa.
  2. Tes Urine
    Tes urine sendiri dilakukan untuk mengukur kadar albumin (sejenis protein) yang larut bersama dengan air seni. Jika ginjal dalam keadaaan sehat, maka albumin tidak akan masuk kedalam urine. Sebab, albumin seharusnya berada didalam darah, bukan zat sisa yang harus dikeluarkan melalui urine. Paling gampang kita melihat warna urine kita, semakin pekat adalah tanda ada masalah pada ginjal kita atau memang kita sendiri kurang minum air. Kecukupan air ini sangat penting untuk tubuh kita. Apalagi apabila yang kita konsumsi adalah air yang baik tidak hanya sekedar air saja. (baca juga : air yang baik untuk tubuh kita)

 

Referensi:
NIDDK.nih.gov (Diakses pada 2019). Your Kidneys & How They Work

Purnomo,Basuki (2007). Dasar-dasar urologi. Sagung seto. ISBN 979-9472-00-8.
“Tanda-tanda Sakit Ginjal”. Diakses tanggal Desember 03, 2014.
“Kamera Gamma atau Gamma Camera”. Diakses tanggal March 15, 2014.
“Alat-alat Canggih”. Diakses tanggal March 15, 2014.

Pranala luar
Media terkait Ginjal di Wikimedia Commons
(Inggris)Thyroid hormone stimulates the renal Na/H exchanger NHE3 by transcriptional activation
(Inggris)Drugs associated with RENAL IMPAIRMENT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *