Mengenal istilah derajat keasaman (pH)

Kita semua seolah mudah mendengar istilah pH. Kita juga belajar di bangku sekolah tentang hal ini. pH normal adalah 7 dan ketika hasil pengukuran pH dibawah 7, maka bisa dikatakan pH zat tersebut adalah asam. Begitupun sebaliknya, ketika diukur pH nya diatas 7 maka zat tersebut bersifat basa. Biasanya sejauh itulah pengetahuan kita tentang pH.

pH yang seperti biasa kita dengar dan oang-orang sering menyebutnya tapi terkadang banyak yang tidak mengetahui apa itu sebenarnya. Kita mulai dari singkatannya bahwa pH merupakan istilah yang berasal dari kata potential of hydrogen. Kata pH ini sering muncul terutama pada bidang ilmu kimia. pH merupakan suatu skala pengukuran yang kalau dianalogikan seperti Celcius pada suhu tubuh, atau meter pada pengukuran panjang, dsb.

Di dalam tubuh manusia, cairan tubuh dan air merupakan komponen yang paling banyak persentasinya. Banyak yang sepakat bahwa manusia terdiri dari 70-80% air pada tubuhnya. Cairan tubuh manusia ini pun juga mempunyai derajat keasaman atau pH, namun secara alami tubuh akan mengontrol agar cairannya berada pada tingkat keasaman yang tidak kurang dari pH 7,3 dan tidak lebih dari pH 7,45. Pengontrol inilah yang kita kenal sebagai alkaline buffer, atau pH buffer yang diciptakan Tuhan pada tubuh kita. Terjadinya perubahan pH dalam tubuh akan memicu proses metabolisme untuk bertindak melakukan penetralan secara ototmatis.

Mengapa kita perlu mengetahui pH?

  1. Tentu saja kita harus mengetahui pH tubuh kita sendiri, secara alami setiap bagian tubuh kita memiliki nilai pH yang berbeda-beda pula. Berikut derajat keasaman atau pH pada beberapa bagian tubuh yang bisa Anda ketahui beserta fungsinya:

Mulut : pH atau derajat keasaman pada mulut biasanya dilihat pada air liur. Adapun pH air liur berkisar antara 6,5 sampai 7,5 atau sedikit asam sampai netral. Keseimbangan pH ini diperlukan agar enzim yang berperan dalam proses pencernaan di mulut yakni enzim amilase dan ptialin dapat bekerja secara optimal.
Perut : pH cairan di perut cenderung bersfat asam yakni sekitar pH 4 sampai 6 untuk perut bagian atas, dan pH 1,5 sampai 3 untuk perut bagian bawah. Kondisi ini disebabkan oleh kandungan HCl atau asam klorida di dalam lambung yang berfungsi agar enzim pepsin dapat bekerja.
Usus : derajat keasaman pada usus cenderung bernilai netral atau asam yakni sekitar pH 5 sampai 7.

Beberapa pakar menyebutkan bahwa diluar pH asam tubuh tersebut, seharusnya kisaran keasaman manusia yang paling bagus adalah netral dan ke arah bersifat basa. Seperti Dr.Otto Heinrich Warburg teliti dalam kondisi yang paling rentan terkena kanker adalah suasana tubuh asam. Dan kondisi basa adalah kondisi yang baik dan sehat. Perlu diingat pula bahwa bukan berarti harus sangat basa agar lebih sehat, karena bagaimanapun kelebihan basa pun bisa menyebabkan masalah kesehatan, contoh yang paling kita kenal adalah alkalosis. Tetap mempertahankan kondisi ideal tubuh tentu adalah dambaan kita semua bukan? Kenali kondisi kesehatan anda sejak dini.

2. Mengenal keasaman makanan dan minuman yang kita konsumsi

Penting untuk diperhatikan bahwa setiap makanan pada dasarnya adalah upaya untuk mendapatkan energi, perbaikan sel dan pembangunan tubuh. Namun tidak semua makanan layak untuk kita konsumsi, perlu diperhatikan pula kandungan gizi dan sifat dari makanan itu sendiri. Sayur dan buah adalah makanan yang baik dan banyak mengandung antioksidan alami, namun tetap saja ketika melalui pemrosesan seperti di rebus, di goreng, dsb, kandungan gizinya akan berubah dan bila kita konsumi menyebabkan tubuh kita bernuansa asam.

Tetapi adalah karunia Tuhan bahwa tubuh manusia memiliki pengatur alami keasaman tubuh yaitu alkaline buffer atau pH buffer. Yang bisa mengontrol bila tubuh kita menjadi asam maka akan menetralisirnya agar selalu tercipta keseimbangan asam dan basa (homeostasis).

Mengutip dari website drjockers.com, makanan yang bersifat asam tidaklah baik untuk tubuh kita, contoh diantaranya adalah alkohol, minyak sayur, daging dagingan, dan makanan manis, dsb.

Bahaya Tubuh yang Terlalu Asam

Umumnya, cairan tubuh kita memiliki derajat pH yang normal atau cenderung basa. Namun karena pengaruh hal-hal tertentu tubuh derajat keasaman larutan tubuh bisa berubah menjadi terlalu basa atau terlalu asam. Tetapi, kondisi tubuh yang terlalu basa memang jarang terjadi, sedangkan yang sering terjadi ialah kondisi terlalu asam. Tubuh mungkin akan segera melakukan proses penanganan secara otomatis melalui sistem metabolisme untuk kembali menetralkan asam tubuh. Tapi suatu waktu tubuh tidak bisa juga terus menangani masalah ini padahal tubuh kita sendiri tidak bisa mentolerir kondisi asam dalam waktu yang lama karena akan membahayakan kesehatan. Salah satu penyebab kondisi tubuh terlalu asam ialah jenis makanan, gaya hidup, dan diit yang salah.

Kondisi dimana keasaman tubuh sangat asam adalah Asiodosis; yakni saat tubuh mengalami kondisi terlalu asam, menyebabkan terjadinya penumpukan CO2 atau karbondioksida di dalam tubuh yang menyebabkan seseorang menjadi kesulitan bernapas karena penumpukan karbon dioksida dalam darah justru mengurangi kadar oksigen yang sangat diperlukan. Hal ini sekaligus menyebabkan tubuh menjadi kelelahan, sakit kepala, nyeri, kulit melepuh, flu dan pilek, serta masalah pada penghiduan dan hidung atau sinus. Bahkan, jika kondisi ini didiamkan terlalu lama bisa sampai menyebabkan kerusakan pada sel-sel tubuh dan akhirnya terjadi kematian.

Makanan olahan yang tidak sehat, terlalu manis, minuman beralkohol, garam, obat-obatan, dan daging bisa menyebabkan tingkat keasaam tubuh meningkat. Tidak hanya makanan, stres juga bisa menyebabkan keasaman pada tubuh. Termasuk kondisi kurang tidur, kurang olahraga, dan peristiwa atau kejadian yang mengundang tekanan terlalu besar dapat memicu terjadi gangguan pada derajat keasaman tubuh yang menyebabkan tubuh cenderung bersifat asam.

cara untuk mengatasi tubuh yang terlalu asam

  1. Diet yang tepat. contoh ketogenic diet, pH balancing diet, dsb.
  2. Tingkatkan kinerja mitokondria (pembentuk energi pada sel) melalui makan teratur, batasi karbohidrat, minum suplemen sel.
  3. Tingkatkan asupan antioksidan. Sayur dan buah, suplemen antioksidan, minum air yang kaya dengan hidrogen (hidrogen adalah antioksidan dengan ukuran terkecil), kurangi stres,
  4. Regulasi gula darah. DIet dan berolahraga.
  5. Tingkatkan oksigenasi. Oksigen adalah nutrien paling penting dan esensial.
  6. Penuhi asupan cairan. Pemenuhan cairan tubuh sangat penting karena 70-80% tubuh manusia adalah cairan, maka ketika masalah air ini teratasi maka pada dasarnya kita sudah mengatasi 70-80% kesehatan kita. Keuntungan apabila cairan terpenuhi :
    1. Menyehatkan jantung
    2. Darah akan tetap dalam kondisi kekentalan yang tepat
    3. Pelumas tulang dan sendi
    4. Mencegah lupa atau kepikunan
    5. Membantu kinerja ginjal untuk membuang racun
    6. Mencegah sembelit

Jika kondisi tubuh yang asam masalahnya adalah asidosis, maka kebalikannya adalah jika tubuh kelebihan basa maka kondisi itu kita sebut alkalosis. Meskipun kita tahu bahwa kondisi asam sangat rentan terhadap penyakit, tetapi kondisi terlalu basa juga merupakan masalah pada kita. Banyak ahli mengatakan bahwa kondisi ideal dan sehat tubuh kita adalah ketika pH tubuh dalam rentang 7,0 (netral) – 9,5 (alkaline).

Bahaya Tubuh yang Bersifat Basa

Alkalosis ada dua; pernapasan dan metabolik.

Alkalosis pernapasan menyebabkan terjadinya hiperventilasi (sesak nafas) yang membuat kadar karbondioksida dalam darah berkurang dari kebutuhan normal. Sementara Alkalosis metabolik biasanya terjadi karena kehilangan asam klorida dalam perut akibat misalnya muntah. Tubuh yang bersifat basa ditandai dengan kram dan kelemahan otot dan sembelit. Salah satu bahaya alkalosis ialah terjaidnya hipokalemia; kondisi tubuh kekurangan gula.

 

Cara Mentralisir Tubuh yang Terlalu Basa

Seseorang yang tubuhnya terlalu basa cenderung mengalami masalah utama dalam pernapasan. Untuk itu, perlu berlatih bagaimana cara mengatur napas yang baik dan benar. Kita kenal adalah “belajar niup balon” ketika dokter memberikan advis. Belajar cara atau teknik bernapas agar tidak terlalu cepat sehingga bisa mengontrol karbon dioksida yang dikeluarkan. Ketika hal itu tidak bisa teratasi maka orang itu harus dirawat di rumah sakit dengan jenis bangsal minimial high care agar mengontrol oksigenasi dan pemantauan gas darah. Terkadang pemakaian alat bantu seperti Non Invasive Ventilator (NIV) dan Ventilator itu sendiri dibutuhkan untuk mengatasi masalah alkalosis maupun asidosis.

Kalo sudah masuk rumah sakit dan menjalani pengobatan serta perawatan, maka akan terasa sekali bahwa harga yang kita bayar untuk kesehatan adalah mahal. Maka mari upayakan pola hidup sehat, makan makanan yang sehat, hindari stres, cukup istirahat, minum air yang masuk kategori air bagus bukan hanya air.

Pakar kesehatan dunia sepakat bahwa air yang bagus adalah air yang mengandung antioksidan, bersifat alkali dan mempunyai ukuran partikel yang kecil agar mudah terserap tubuh. Beberapa mata air diciptakan Tuhan memiliki karakteristik ini seperti Zamzam di Saudi Arabia, Youth of Fountain di China, dsb.

 

 

1 thought on “Mengenal istilah derajat keasaman (pH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *