Mengenal Homeostasis

      No Comments on Mengenal Homeostasis

Homeostasis bisa diartikan ketahanan atau mekanisme pengaturan lingkungan kesetimbangan dinamis dalam (badan organisme) yang konsisten atau tetap. Dengan kata lain tubuh akan mengupayakan cara dan mempunyai mekanisme tersendiri agar badan kita senantiasa dalam keadaan konstan dan stabil dalam kondisi paling baik untuk hidup.

Homeostasis merupakan salah satu konsep yang paling penting dalam biologi. Terdapat 2 jenis keadaan konstan atau mantap dalam homeostasis, yaitu:

Sistem tertutup – Keseimbangan statis
Di mana keadaan dalam yang tidak berubah seperti botol tertutup. Seperti ketika kita mengalami patah tulang, tubuh melakukan homeostasis dengan memperbaiki sel yang rusak dan menambah jumlahnya dan mengembalikan bentuknya seperti keadaan asal tulang tersebut. TIdak ada penambahan zat pembentuk tulang ketika bentuk optimal sudah tercapai.
Sistem terbuka – Keseimbangan dinamik
Di mana keadaan dalam yang konstan walaupun sistem ini terus berubah contohnya seperti sebuah kolam di dasar air terjun (volume kolam akan tetap meskipun selalu bertambah airnya). Seperti kita bahas sebelumnya misalnya tubuh kita mengalami penurunan pH keadalam keadaan yang asam, maka tubuh secara alami dengan alkaline buffer meningkatkannya sehingga tercipta pH tubuh yang seimbang, Begitupun halnya ketika kita makan maka gula darah kita akan naik, tubuh melakukan homeostasis dengan cara mengeluarkan insulin agar gula darah kita stabil dalam kisaran normal. Begitu juga yang terjadi ketika tubuh kebanyakan air, maka secara alami kita akan banyak buang air kecil.

Perubahan lingkungan

Perubahan kecil dalam lingkungan dinamis dalam tubuh bisa menyebabkan sel-sel mati. Contoh-contoh yang akan menyebabkan sel-sel mati walaupun dalam jumlah kecil ialah seperti:

Dehidrasi – Kurang air

dehidarasi bisa disebabkan karena memang kurang minum, berolahraga atau kepanasan, bisa juga karena penyakit tertentu misalnya diare, perdarahan, penyakit demam berdarah, dsb.

 

Zat makanan yang kurang

asupan makanan yang kita makan tidak mencukupi atau memang karena sengaja mengurangi makan. Hal ini memicu tubuh untuk melakukan mekanisme agar tercipta homeostasis

 

Sisa racun dikumpul dalam badan

tidak hanya keracunan, makanan basi, tidak higienis atau kelebihan makan pun bisa menyebabkan peningkatan racun pada tubuh. Secara alami melalui organ ginjal zat racun tersebut diserap dan kemudian dibuang melalui urine. Tetapi terkadang banyak pula zat racun yang tidak bisa difilter oleh ginjal sehingga diperlukan mekanisme lain.

Suhu berubah dengan mendadak

yang paling sering adalah ketika sehabis melakukan aktifitas dan langsung mandi, beberapa saat tubuh terasa kurang nyaman, itu adalah respon alami tubuh untuk homeostasis, bahkan bila tidak tercapai perubahan suhu mendadak tersebut menyebabkan kita sakit.

 

keadaan tersebut diatas menyebabkan tubuh mengalami masalah, dan secara alami tubuh melakukan mekanisme untuk menciptakan kembali homeostasis. Namun ketika tidak tercipta homeostasis maka  diperlukan bantuan dan upaya lain. Mulai dari cara yang paling mudah yaitu penuhi kebutuhan air dengan air yang mengandung antioksidan, mempunyai ukuran partikel kecil agar mudah diserap tubuh dan bersifat alkali, sampai upaya yang lebih berat lagi yaitu menjalani perawatan dan pengobatan di pelayanan kesehatan.

Faktor

Setiap faktor mempunyai jumlah tertentu yang dapat memengaruhi lingkungan dinamis. Contoh beberapa faktor dalam cairan yang perlu diatur jumlahnya:

pH – 7,3 – 7,4, pH adalah berbeda-beda pada tempat tertentu.
Suhu – 37oC – 39oC
Glukosa – 4,4 – 5,5 mmol/dm3
Urea – 3,3 – 6,6 mmol/dm3

Ketika nilai-nilai diatas mengalami perubahan baik berkurang ataupun bertambah, tubuh akan melakukan mekanisme untuk menyeimbangkannya kembali. Ketika homeostasis sulit tercipta berarti tubuh kita mengalami penurunan bisa karena sakit ataupun karena faktor usia. Disitulah tubuh memerlukan bantuan lain misalnya dari obat, makanan, perlakuan misal kompres untuk yang demam, atau memperbaiki cairan yang kita minum dengan air yang baik.

Sistem dan Organ

Meskipun perubahan kecil pada jumlah ataupun kadar menyebabkan ketidakseimbangan. hal ini akan menimbulkan masalah kepada organisme yang senantiasa berada dalam lingkungan luar yang tidak tentu (penyakit, cuaca, polusi, dsb) dan termasuk cara hidup yang kurang sehat. Maka, untuk mengadaptasi perubahan ini, Tuhan telah menciptakan organ-organ tertentu dalam badan organisme untuk mengimbangi, mengatur, mengstabilkan, menyesuaikan, dan meneruskan lingkungan dalam supaya berada dalam keadaan yang stabil untuk sel-sel terus hidup dan berfungsi secara optimum.

Beberapa fungsi pada sistem organ ialah:

  • Memungkinkan organisme beradaptasi pada lingkungan luar yang mempunyai jumlah dan habitat yang lebih luas.
  • Menyediakan keadaan dalam (lingkungan dinamis dalam badan organisme) yang stabil supaya sel-sel dapat menjalankan hidup dengan efisien.
  • Memungkinkan kadar metabolisme diatur secara efisien pada saat tertentu.
    Memungkinkan enzim-enzim menjalankan fungsinya dengan optimum.

Mekanisme

Mekanisme ini diatur oleh otak terutama hipotalamus, yang bila terangsang akan merangsang koordinasi tubuh. Proses ini akan terjadi terus menerus hingga lingkungan dinamis dalam tubuh akan berada pada jumlah yang normal. Sedemikian hingga Maha Besar Tuhan YME menciptakan tubuh kita berikut dengan mekanismenya agar kita bisa bertahan hidup.

2 koordinasi badan yang terlibat ialah:

  • Kordinasi kimia – Seperti hormon
  • Kordinasi saraf – Seperti impuls saraf

Beberapa proses-proses yang terlibat ialah:

Feedback positif – Contoh demam, badan akan bertambah panas untuk membunuh bakteri dan virus.
Feedback negatif – Contoh keadaan panas, badan akan diatur untuk mengurangi panas badan.

Contoh homeostasis yang ringkas ialah

  • Apabila cuaca panas, sistem kulit akan merespon dengan mengeluarkan peluh melalui kelenjar keringat pada epidermis kulit untuk mencegah suhu darahnya meningkat, pembuluh darah akan mengembang untuk mengeluarkan panas ke sekitarnya, hal ini juga menyebabkan kulit berwarna merah.
  • Apabila kadar glukosa dalam darah telah habis atau berkurang dari jumlah tertentu, hati akan dirangsang oleh insulin untuk mengubah glikogen menjadi glukosa supaya dapat digunakan sebagai tenaga untuk kontraksi otot.
  • Ketika kita makan maka keasaman badan akan meningkat, melalui alkaline buffer tubuh akan kembali pada keadaan pH optimal.
  • Apabila kadar garam meningkat maka darah akan menyerap air pada setiap sel menyebabkan tubuh kita kurang cairan, begitupun sebaliknya bila kekurangan garam justru tubuh kita yang akan kelebihan air sehingga mengumpul pada bawah kulit dan kemudian dikeluarkan melalui keringat atau air kencing.
  • Dan tentunya masih banyak lagi otomatisasi tubuh (kompensasi tubuh) agar tercipta homeostasis. Tentunya memerlukan penambahan wawasan lain dari sumber sumber pustaka yang lain pula.

Dapat kita simpulkan bahwa homeostasis adalah keadaan yang seimbang dan optimal bagi tubuh, ketika terjadi perubahan pada tubuh maka tubuh secara alami akan merespon perubahan itu melalui mekanisme agar tercipta kembali homeostasis. Kemampuan tubuh untuk mencapai homeostasis haruslah dijaga dengan makanan yang baik, cukup minum air, pola hidup sehat, berolahraga, dan cukup istirahat. Kecuali karena faktor usia, kemampuan tersebut akan menurun secara alami.

yang paling mudah untuk membantu proses homeostasis adalah :

mengapa meminum air? karena tubuh kita 70-80% adalah terdiri dari air, maka dengan mengatasi air kita pada dasarnya kita sudah mengatasi 80% dari masalah kesehatan kita. Tentu saja air yang baik adalah air yang tidak berasa, berbau dan berwarna. Namun tidak hanya itu saja, air yang baik (good water) bukan hanya air begitu saja (just water) tetapi haruslah air yang bisa membantu meningkatkan kesehatan kita. Good water baik secara alami atau didapat karena proses ionisasi mempunyai karakteristik yang khas yaitu bersifat alkali, mengandung antioksdan dan mempunyai partikel yang kecil.

Rujukan

Kursus Sains Fajar Bakti (Penerbit Fajar Bakti) (008974-T) – 1999 – Biologi STPM Jilid 1 oleh Peter Chen terjemahan oleh Liew Shee Leong dan Lim Peng Lai – ISDN 967-65-0658-3
SASBADI (139288-X) – 2004 – Master Studi Sasbadi SPM Biologi Tingkatan 4 dan 5 oleh Mah Chee Wai, Dr. Tina Lim Swee Kim, dan Nazar Shaarani – ISDN 983-59-2090-7
‘K’ Publishing (144639) – 2004 – KBSM Biologi Tingkatan 5 oleh Zolkofli bin Awang, Nurul Uyun binti Abdullah, Norma binti Ismail, Fathiah binti Mansoor, dan Mohd. Nazri bin Md. Saad – ISDN 983-852-379-8
Hiromi Shinya. (2007). The Enzyme Factor. San Francisco: Council Oak Books. ISBN 1-57178-209-5.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *