- kerja shift beresiko merusak kesehatan karena tidak menentunya irama tubuh
- kerja shift mengabaikan waktu-waktu libur pada umumnya seperti hari minggu, hari raya, dsb
- dengan tidak mungkinnya meninggalkan pasien, membuat perawat susah untuk cuti.
- dituntut berjiwa sosial yang tinggi, secara kasarnya rela mengesampingkan uang daripada pasien. Apa mungkin?
- beban kerja tidak sesuai pendapatan, bahkan dengan mengerjakan tugas-tugas profesi lain pun tidak serta merta menaikkan pendapatannya, contoh perawat memberi suntikan, memasang infus, memasang kateter, dsb yang seharusnya pekerjaan dokter, perawat merinci biaya perawatan pasien yang akan pulang pada waktu diluar jam kerja padahal pekerjaan penata jasa, perawat mengambil sampel darah padahal tugas pegawai laboratorium, bahkan terkadang ada juga perawat yang menyapu, mengepel padahal seharusnya tugas cleaning service.
- semua kesalahan apabila ada masalah dengan pasien, rata-rata ditimpakan kepada perawat
- selalu ditekan atasan walaupun berprofesi sama
- kurang solid dalam komunitas, bahkan terkadang saling jegal dalam karir
- masih kental budaya senioritas. asal senior (tanpa memandang skill, akademis, prestasi kerja) harus jadi pemimpin baik dalam kelompok kecil maupun besar. yang junior meskipun memiliki ijazah lebih tinggi ataupun kemampuan yang lebih baik akan sulit mengembangkan karir, kalaupun ada yang bisa berkembang siap-siap menerima cibiran, nada-nada sinis, bahkan dikucilkan.
- dituntut harus ramah, sopan, dan senyum meskipun menghadapi pasien dan keluarga yang tidak bersahabat, menganggap rendah perawat, gampang marah, atau manja.
NAMUN yang lebih dilematis dari semuanya adalah :
pekerjaan perawat berhubungan langsung dengan Allah, Tuhan semesta alam.
Senyum, sopan, kerendahan hati seorang perawat bila ikhlas dalam mengerjakannya, akan dapat membahagiakan orang lain, memberikan kedamaian di hati, meberikan banyak makna dalam hidup, akan senantiasa bersyukur dan pastinya Allah akan memberikan segala kebaikan bagi kita baik di dunia maupun di akhirat kelak..
So..yakin jadi seorang perawat? Harus yakin!
Ikhlaskan dalam diri kita segala apa yang akan dan telah kita lakukan sebagai perawat, syukuri apa yang kita dapat karena meskipun penghasilan kita tidak seberapa tetapi pekerjaan perawat adalah ladang kita untuk menuai kebaikan di mata Allah SWT, Tuhan semesta alam. Sungguh rugi perawat yang tidak ikhlas dalam pekerjaannya, sudah kita cape kerja, uang tak seberapa, tak mendapat pahala pula dari Allah, kaciaaannn deh…!
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
Salam kenal sobat, artikel yang menarik, memang benar perawat harus bekerja dengan iklas dan sepenuh hati.