Dalam Kondisi Inilah Kanker Berkembang

      Comments Off on Dalam Kondisi Inilah Kanker Berkembang

Dunia mengenal Dr.Otto Heinrich Warburg sebagai salah satu ahli dalam bidang kedokteran dan fisiologis. Lahir di Freiburg, Jerman pada tahun 1883. Otto Heinrich Warburg adalah orang Jerman keturunan Yahudi, dan merupakan bagian dari keluarga besar yahudi ortodoks. Namun ayah dan ibunya memutuskan berseberangan dengan klan nya dan menjadi bagian dari penganut kristen protestan. Tentu saja hal ini memicu perpecahan keluarga, tetapi justru menyelamatkan kehidupannya dari ambisi Hitler ketika perang dunia I yang kita tahu nazi dengan rasisme nya menginginkan ras yang tidak patut ada di dunia ini punah, salah satunya kaum yahudi.

Menjalani kehidupan normal sebagai rakyat sipil dan menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi di Berlin, Jerman. Dengan orang tua yang mempunyai karir yang cemerlang, Otto Heinrich Warburg memiliki kehidupan kondusif untuk mengembangkan bakat dan ilmunya.

Otto Heinrich Warburg adalah seorang yang menemukan penyebab kanker, pada waktu itu dunia sangat buta dengan penyakit ini. Dengan penelitian yang sangat mendalam dan dalam waktu lama, meneliti jaringan tubuh yang terkena kanker kemudian membandingkan dengan jaringan tubuh yang sehat.

beliau berhasil menemukan kesimpulan bahwa :

“Cancer Grows In Oxigent Deprived Accidic Tissue”

“Disease cannot survive in alkaline body”

“Cancerous tissue are acidic, whereas healthy tissue are alkaline”

Dalam terjemahan bebasnya bisa disimpulkan bahwa kanker dan penyakit bersifat asam, tumbuh dan berkembang dalam tubuh yang asam. Sedangkan tubuh yang sehat yaitu tubuh yang dalam kondisi basa.

Untuk penemuan inilah Otto Heinrich Warburg mendapatkan nobel pada tahun 1931. Dan dikenal sebagai tokoh kanker dunia.

(sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Otto_Heinrich_Warburg)

Bagaimana ciri tubuh kelebihan asam?

1. Mudah Letih

Pada dasarnya suasana asam terjadi karena peningkatan konsumsi oksigen dalam tubuh. Semakin asam karena terjadi banyak pembakaran tanpa oksigen atau anaeorb. Peningkatan asam laktat menyebabkan keletihan akibat kekurangan oksigen ini. Itulah mengapa ketika setelah makan, tubuh terasa letih dan mengantuk.

 

2. Obesitas

Obesitas atau kegemukan terjadi karena penumpukkan lemak pada jaringan kulit dan otot, terkadang penumpukkan terjadi pada pembuluh darah dan organ organ. Ketika suasana tubuh sangat asam, pembakaran anaerob banyak terjadi, dan zat makanan hasil proses cerna yang seharusnya lebih banyak dijadikan energi, malah lebih banyak disimpan, karena tubuh lebih berkonsentrasi mengurai laktat tersebut dibandingkan memproses energi.

3. Bau Tak Sedap

Secara alami tubuh kita menjadi tak sedap setiap bangun tidur, karena terjadinya penumpukkan asam akibat proses recovery ketika tidur. Secara alami pula dengan alkaline buffer dan banyak menghirup udara pagi, tubuh akan kembali ke rentang pH normal. Namun ketika tubuh bersifat asam, bau tak sedap badan maupun mulut akan senantiasa terjadi terus menerus sepanjang hari karena alkaline buffer dan oksigen tidak cukup mengatasinya.

4. Nyeri Otot

Seperti sudah disebutkan diatas, keletihan disebabkan peningkatan asam laktat pada otot sehingga tubuh berkompensasi menjadi letih dan sebagai sinyal pada kita untuk segera beristirahat. Kelebihan asam menyebabkan keletihan terjadi sepanjang waktu yang jika dibiarkan akan mengganggu produktifitas kita dalam kehidupan sehari-hari.

 

5. Sakit lambung

Kelebihan asam pada tubuh juga berefek pada lambung kita, kelebihan asam lambung menyebabkan rasa perih dan nyeri. Bisa datang secara tiba tiba tanpa sebab, misal tidak seperti pengidap maag yang muncul gejala ini akibat pola makan tidak benar pun makanan yang sangat asam sifatnya. Tentu saja produktifitas akan menurun pula.

 

6.    Masalah Kulit

Biasanya adalah imbas dari masalah kelebihan asam lainnya. Misalnya jerawat adalah imbas dari kelebihan lemak pada tubuh. Begitupun masalah kulit lainnya seperti gatal gatal adalah akibat meningkatnya sensitifitas pada syaraf perasa karena reaksi inflamasi. Atau dengan kata lain suasana asam sangat dekat dengan terserang sakit.

Lalu apa yang menyebabkan tubuh menjadi asam?

Menurut para pakar kesehatan, penyebab utama yang menyebabkan tubuh menjadi asam adalah tentu saja apa yang kita makan. Healthy food maupun junk food, pada dasarnya menyebabkan tubuh kita asam. Mengapa? karena ketika kita memakan sesuatu, secara alami tubuh mengeluarkan enzim enzim untuk mencernanya, secara tidak langsung itulah terjadi peningkatan asam. Salah satu contoh adalah ketika mendengar istilah asam lambung meningkat, hakikatnya saat itu enzim di lambung bertindak untuk mencerna makanan. Bila pengidap sakit maag, peningkatan asam lambungnya tidak diimbangi dengan asupan makanan, sehingga secara mekanik maupun kimiawi terjadi perusakkan sendiri yang menyebabkan sakit.

 

Dengan demikian apakah berarti kita jangan makan? Tentu saja tidak, Tuhan menganugerahi tubuh manusia dengan pengatur keasaman otomatis yang dinamakan alkaline buffer. Alkaline buffer ini bertugas menyeimbangkan tubuh agar keasamannya terjaga, meningkat ketika makan dan menurun ketika fase istirahat. Namun, seiring bertambahnya usia dan pola hidup yang tidak sehat, alkaline buffer dalam tubuh kita akan semakin menurun baik jumlah maupun kekuatannya.

Makanan cepat saji atau junk food memang praktis dan nikmat dikonsumsi, tetapi justru membahayakan kesehatan karena sangat tinggi pengawet dan oksidasinya. Pengawet dan oksidasi sulit dicerna tubuh dan justru membunuh sel tubuh kita dengan oksidasinya. Bahkan tidak hanya junk food, makanan sehat pun ketika dikonsumsi tetap menjadi asam. Atau proses masak juga ternyata menjadikan makanan kita menjadi asam. Dengan kata lain healthy food akan baik bila dikonsumsi mentah mentah, ketika healthy food dilakukan food processing atau proses pembuatan makanan seperti digoreng, direbus, dibakar, dsb, maka makanan itu akan menjadi asam.

Penyebab lain peningkatan asam pada tubuh

1. Kurang Berolahraga

Kehidupan modern saat ini sebagian besar orang semakin kurang dalam berolah raga. Yang sederhana semakin jauh tempat tinggal dengan tempat kerja atau bisnis misalnya, menyebabkan semakin malas berjalan kaki. Padahal kita tahu berjalan kaki pun sangat baik untuk kesehatan. Ditambah kemajuan teknologi seperti televisi, komputer, game, handphone, dsb, menyebabkan kecenderungan untuk beraktivitas di rumah saja. Pekerjaan di kantor pun memiliki kecenderungan berdiam diri di tempat kecuali beberapa posisi yang mengaruskan bekerja di luar kantor tetapi posisi itu sangatlah tidak disukai karena biasanya kehidupan kerja lebih enak itu ketika sudah banyak dikantornya di banding diluar kantornya.

2. Polusi

Hal ini tidak bisa kita hindari di kehidupan global saat ini. Kemajuan industri mempunyai sisi lain yaitu peningkatan polusi. Setiap hari kita menghirup udara yang tidak bersih baik dari asap pabrik, asap rokok maupun dari kendaraan bermotor. Masuknya karbondioksida pada tubuh menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen untuk menyeimbangkannya. Namun kala polusi sangat berlebih, tubuh kembali akan banyak melakukan metabolisme tanpa oksigen (anaerob) sehingga meningkatnya jumlah asam tubuh termasuk asam laktat.

3. Obat obatan

Banyak berkembangnya jenis penyakit dan efek jahatnya menyebabkan banyak pula di produksi obat 0batan untuk menangkalnya. Kita tahu bahwa obat obatan adalah zat kimia yang dibuat sedemikian rupa untuk menangkal penyakit dan gejala penyakit yang telah melalui serangkaian penelitian dan pengujian. Meskipun dinyatakan aman, tetapi zat kimianya itu sendiri tidaklah aman, apapun itu zat yang dibuat tidaklah lebih baik dibandingkan dengan zat alami. Proses pencernaan zat zat kimia dalam obat tentu saja memerlukan banyak oksigen, dan apabila obat yang dikonsumsi banyak, tubuh akan kekurangan oksigen dan terjadilah metabolisme anaerob. Selain itu , kinerja ginjal juga akan semakin tinggi untuk menyeimbangkan kondisi tersebut.

4. Stress

Peningkatan beban hidup sekarang ini menyebabkan meningkatnya stres. Jika seseorang yang memiliki mekanisme koping (penetralan) terhadap stres yang baik, maka hal itu bisa diatasi dengan baik pula. Namun tidak berlaku bagi orang yang memiliki koping yang buruk, atau beban stresnya emang sangat besar. Saat kita stres tubuh mengeluarkan hormon adrenalin yang memicu jantung berdebar lebih cepat, imbasnya nafas kita akan semakin cepat pula pun dengan sistem pencernaan dan sistem lainnya. Dengan kata lain, ketika itu terjadi otot otot kita terutama dalam organ tersebut membutuhkan lebih banyak energi. Jika beban stres sangat berlebihan, akan menghabiskan cadangan energi tubuh kita, dan agar tetap bekerja, energi diproses melalui metabolisme anaerob sehingga terjadilah penumpukkan asam. Kondisi tersebut sangat rentan terserang penyakit.

5. Kerja Overload

Kurang lebih sama yang terjadi pada tubuh kita ketika stress. Ketika memerlukan energi sangat besar karena pekerjaan, tubuh akan menguras energi dari makanan kita, kemudian dari cadangan lemak kita. Ditambah dengan kurangnya aktivitas ketika bekerja, tubuh akan kekurangan oksigen, dan energi yang dibuat adalah lebih banyak dari metabolisme anaerob.

 

Sejalan dengan apa yang disimpulkan oleh Dr. Otto Heinrich Warburg, penyakit termasuk kanker akan mudah berkembang  pada suasana asam, dan tidak berkembang pada suasana basa.  Banyak pula penyebab yang tidak bisa kita hindari seperti polusi dan stres. Bahasan kedepan adalah beberapa cara yang efektif untuk menanggulangi kelebihan asam pada tubuh kita.

terima kasih.