dua orang pemuda iseng pengangguran sedang nongkrong di taman publik, sebut saja mereka Asep dan Ujang. tak jauh dari tempat duduk mereka tampak seorang ibu sedang menyusui bayinya. melihat payudara si ibu menyusui yang tentu saja bohay, pikiran iseng kedua pemuda itu muncul.
Asep : “Jang, coba lihat ibu menyusui disana” sambil menunjuk ke arah si ibu
Ujang : “O..ya, kenapa Sep?”
Asep : “Gila, toketnya bikin nafsu, lu berani ga pegang tu toket?”
Ujang: “Ah, gila lu, mendingan nih duit 50ribu, asal lu aja berani sentuh tu toket! sekali sentuh gua kasih gocap deh!” kata si ujang menantang
si asep yang memang perlu duit buat beli rokok berpikir keras akan tantangan si ujang, akhirnya dia memiliki ide, tentu saja ide penuh resiko. “Oke, Jang liat gua.” kata si Asep sambil menghampiri si ibu tadi
Asep: “Selamat Sore, Bu, sedang ngasih makan anaknya nih, udah berapa bulan?” tanya Asep basa basi
Ibu : “Oh, iya anak saya sudah 6 bulan, tapi kelihatannya lemes gitu deh, padahal saya sudah kasih ASI ekslusive.”
Asep : “Mudah saja bu, kata ibu saya kalo sedang menyusui anak bayi harus diselingi dengan buah-buahan. coba ibu lihat pisang ini sebagai contoh (sambil menunjukkan pisang yang sengaja ia bawa), harusnya begini aturannya bu… (sambil menghadap ke si ibu)
Asep : “pertama kasih ASI dulu di pagi hari (colek payudara si ibu), kemudian pisang (colek pisang), nah sekitar jam sepuluh ASI, ASI, ASI saja dulu (colek, colek, colek), baru pisang. makan siang seperti biasa. di sore hari ibu boleh memilih mau ASI (colek) atau pisang, yang jelas tidak boleh berbarengan, ASI, ASI, ASI (colek, colek, colek) baru kemudian pisang, pisang, pisang. atau boleh begini ASI (colek) pisang, ASI (colek) pisang, ASI (colek) dan kemudian pisang. di malam hari cukup ASI saja (colek) sebelum tidur.
Ibu : O, gitu ya, de, iya deh ntar pulang dicoba tips nya
dari kejauhan si ujang menepuk jidatnya sendiri, terbayang olehnya berapa duit yang harus ia bayar ke Asep
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.