Apa itu DHF / DBD ?

Ditulis Oleh: Administrator (Bagian Infeksi Ilmu Kedokteran Penyakit Dalam)
Sabtu,3 February 2009

I. Pengertian DHF/DBD

Penyakit demam berdarah (DBD) adalah suatu penyakit menular yang disebebkan oleh virus dengue dan ditularkan dari orang keorang lain melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti., dapat menimbulkan kematian yang singkat dan sering menimbulkan wabah

II. NYAMUK PENULARAN DEMEM BERDARAH

a.) Perkembangan Nyamuk Aedes agypti.

Kondisi lingkungan, yakni perubahan lingkungan dari musim penghujan ke musim kemarau ( dengan suhu udara 24 – 28 derajat Celsius ) merupakan kondisi yang tepat untuk perkembang biakan nyamuk aedes agypti. Pada perkembang biakan nyamuk ini, terdapat dalam tempat – tempat penampungan yang dibagi dalam3 (tiga) kelompok antara lain :

Ø Tempat penampungan air untuk keperluan sehari-hari, sperti bak kamar mandi, tempayan, ember, drum, dll.

Ø Tempat penampungan air di dalam dan di sekitar rumah, seperti vas bunga, pot tanaman, tempat minum burung, tempat air di bawah kulkas, kaleng, ban bekas, botol, dll.

Ø Tempat penampungan alamiah meliputi lubang pohon, pelepah daun, dll.

b) Ciri-ciri nyamuk Demam Berdarah

Adapun cirri-ciri nyamuk aedes Agypti adalah :

1. mempunyai cirri-ciri khusus dan paling mudah dikenal adalah warna hitam dan

belang-belang ( Loreng-loreng ) putih pada seluruh tubuhnya dan benmtuknya lebih kecil jika dibandingkan dengan nyamuk biasa.Tubuh nyamuk jika menghisap darah posisinya mendatar. Nymuk yang menggigit manusia hanya nyamuk aedes betina (untuk mematangkan telur ), karena nyamuk jantan lebih tertarik pada cairan yang mengandung gula seperti bunga dan tumbuhan.

2. Nyamuk ades agypti tidak dapat berkembang biak deselokan atau Got. Nyamuk ini

Bertelur serte pembiakannya di air yang jernih, dimana permukaan air pada dinding tegak lurus dan terlindung pengaruh mata hari langsung.

3. Biasanya mengigit ( menghisap darah ) pada pagi sampai sore hari.Ada 2 puncak

Aktivitas menggigit yaitu antara pukul 08.00 sampai 10.00 pagi dan pukul 16.00 samai 18.00 sore. Malam hari nyamuk lebih suka bersembunyi disela-sela pakaian yang tergantung atau korden, terutama diruang gelap atau lembab.

4. Nyamuk aedes agypti tergolong antropilik yaitu doyan ( suka ) darah manusia.berbeda

dengan species nyamuk lain yang biasanya sudah puas menggigit/menghisap darah satu orang saja, maka nyamuk aedes agypti mempunyai kebiasaan menggigit berulang, yaitu menggigit beberapa orang secra bergantian dalam waktu singkat, sehingga semakin cepat proses penuralaran yang terjadi. Nyamuk ini setiap 2 hari sekali menggigit / menghisap darah manusia. Bagi nyamuk , darah manusia ini untuk kebutuhan repruduksi ( memetangkan terlur agar dapat dibuahi pada saat perkawinan.) , biasanya 3 hari setelah menghisap darah, nyamuk akan bertelur di tempat yang disukai yaitu digenangan air bersih.

5. Mampu terbang sampai radius 100-200 meter saja sehingga selalu mencari mangsa

Dekat . Mobilisasi penduduk dari tempa yang satu ketempat yang lain berpengaruh besar pada penyebaran nyamk ini, biasanya nyamuk bersembunyi didalam mobil, perahu, kapal kereta api, dll.

6. Pada fase jentik berukuran 0,5-1 cm, selalu bergerak di dalam air ( gerakan berulang-

Ulang dari bawah keatas permukaan air untuk bernafas, kemudian kembali ke bawah ). Pada saat istirahat, posisinya hamper tegak lurus dangan permukaan air.

7. Ukuran telur Aedes Agypti sangat kecil ( 0,7 mm ), berwarna hitam dan tahan sampai

6 bulan ditempat kering dan masih menyimpan larva yang siap menetas ketika turun hujan dan air

C. DAUR HIDUP AEDES AEGYPTI

  1. Nyamuk betina meletakkan telurnya di dinding tempat penampungan air atau barang-barang yang Memungkinkan air tergenang sedikit di baqwah permukaan air yang jernih. Seekor sekali ber-Telur sekitar 100 butir.
  2. Perkembangan telur sampai menjadi nyamuk memrlukan waktu 7 – 10 hari.
  3. Tiap 2 hari nyamuk betina menghisap darah manusia untuk bertelur, bagi nyamuk darah manusian Berguna untuk mematangkan telur, agar dapat di buahi pada saat perkawinan , biasanya 4 hari Setelah menghisap darah telur akan di keluarkan.
  4. Untuk nyamuk betina dapat bertahan sampai 2 – 3 Bulan.


D. CARA PENULARAN DEMAM BERDARAH DENGUE

  1. Nyamuk aedes betina menggigit / menghisap darah manusia kemudian memindahkan virus bersama Sama air liur nyamuk.
  2. Bila orang yang ditlari tidak memiliki kekebalan tubuh yang baik ia akan segera menderita DBD. Manusia/ penderita yang tertular virus dengue dan di gigit oleh nyamuk maka virus akan terhisap

Oleh nyamuk masuk ke dalam lambung kemudian berkembang biak dangan cara membelah diri,

Lalu menyebar keseluruh jaringan tubuh nyamuk termasuk dalam kelenjar air liur nyamuk.

4 . .Masa inkubasi ( dari saat mulai digigit nyamuk sampai timbulnya gejala ) demam, dalam darah

Manusia sudah mengandung virus. Virus tersebut berada di dalam darah selama 5-8 hari, dan

Akan mati dengan sendirinya setelah dalam waktu 1 minggu.

5. Sebelum virus mati, penderita menjadi sumber penular.

6. Nyamuk aedes yang sudah mengandung virus dengue, akan menyebarkan penyakit DBD sepanjang

Hidupnya.

III. FAKTOR BERISIKO PENDERITA DEMAM BERDARAH

1. Penyakit DBD ini menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak, orang dewasa, dan orang tua , tetapi anak-anak merupakan yang paling rentan terhadap serangan DBD. Kusus kematian akibat DBD sering terjadi pada anak-anak .Hal ini di sebabkan selain karena kondisi daya tahan anak-

Anak tidak sebagus orang dewasa, juga karena sistem kekebalan tubuh anak-anak belum sempurna . kasus kematian ini yang paling sering perdarahan hebat dan syok.

2. Orang – orang yang tinggal di daerah pinggiran.

3. orang – orang yang tinggal di lingkungan yang lembab.

4. Perilaku masyarkat :

Ø Kebiasan menguras tempat penampungan air lebih dari 1 minggu.

Ø Kebiasan menggantung pakaian

5. Program kesehatan

Anjuran pencegahan DBD

6. Kepadatan nyamuk Aedes Agepty

TANDA- TANDA PENYAKIT DEMEM BERDARAH

1. Panas tinggi mendadak terus menerus selama 2-7 hari, sakit kepala pusing, nyeri otot, mual dan

muntah , tampak lemah dan lesu, suhu badan antara 38-40 derajat celcius atau lebih.

2. Muncul bintik-bintik merah pada kulit , speerti bekas gigitan nyqmuk disebebkan pecahnya pembuluh darah kapiler di kulit serta menurunnya sel darah pembeku ( trombosit ) . Untuk membedaannya , kulit di regangkan dan di tekan tidak mau hilang, Bila bintik bintik merah itu hilang berarti bukab DBD.

3. Kadang-kadang terjadi pendarahan di hidung ( mimisan ) dan gusi berdarah.

4.Mungkin terejadi muntah darah atau berak darah.

.

5. Bila tidak diobati, penderita penderita akan mengeluh nyeri ulu hati , karena terjadi pendarahan di

lambung

6.Bila sudah parah penderita kan gelisah, ujung tangan dan kaki dingin berkeringat. Bila tidak segera di

Di tolong di Rumah sakit dalam 2-3 hari dapt meninggal dunia.

V. PERTOLONGAN PERTAMA PADA PENDERITA DEMAM BERDARAH DENGUE(

DBD)

1.Beri minum sebanya-banyaknya dengan air yang sudah dimasak sepertti air susu , the atau air minum

lainnya, dapat juga dengan oralit.

2. Berikan kompres air dingin.

3. Berikan obat penurun panas, misalnya paracetamol ( dosis anak-anak 10-20 mg/Kg BB*

- dewasa 3 x 1 tablet ( 500 mg )/hari.

4. Harus segera dibawa ke dokter., Puske3smas, atau rumah sakit.

VI. HAL YANG HARUS DILAKUKAN OLEH MASYARAKAT BILA ADA WARGA

YANG MENDERITA DBD

Bila dari hasil pemeriksaan dokter atau petugas kesehatan ternyata ada warga yang menderita/

Tersangka DBD , maka yamng perlu dilakukan adalah :

1. Melapor langsung ke Puskesmas bahwa di sekitar tempat tinggalnya ada penderita/ ytersangka DBD

2. Melapor kepada kelurahan bila da penderita DBD di wilayahnya yang perlu di tindak lanjuti.

3. Menemui ketua RT untuk dapt dilakukan tindakan pencegahan agar tidak meluas.

4. Berkumpul dengan sesamakader dan tokoh masyarkat untuk membicarakan bahwa di wilayahnya

Ada penderita DBD yang memerlukan tindak lanjut, agar tidak banyak penderita lain yang jadi

Korban.

VII.PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH

Cara mencegah penyakit demem berdarah :

1. Untuk mencegah penyakit ADBD yang paling efektif adalah nyamuk penularnya ( aedes Ageypti)

Harus diberanta. Hal ini disebebkan karena sampai saat ini belum ditemukan vaksin pencegah atau

Obat untuk membunuh virus dengue.

2.Cara yang tepat untuk memberantas nyamuk ini adalah dengan membasmi jentik-jentiknya di tempat

Cara ini dikenal dengan pemberantasan sarang nyamuk DBD( PSN-DBD)

Cara membasmi nyamuk dangan penyemprotan kurang efektif karena dengancara ini hanya mampu membunu

Nyamuk dewasa.Penyemprotan ini pengaruhnyatidak akan lebih dari 3 hari, apalagi kalau hanya di halaman

Saja, tidak disemprot sampai ke dalam rumah

3. Karena tempat perkembangbakanya terdapat di rumah-rumah dan tempat umum maka setiap keluarga harus

Melaksankan PSN- DBD secara teratur sekurang-kurangnya seminggu sekali.

CARA MELAKSANAKAN PSN – DBD

  1. Pemerintah sejak tahun 1998 telah mencanangkan pemberantasa sarang nyamuk ( PSN ) melalui 3 metode :
    1. secara fisik 3 M ( MengurAS, Menutup, mengubur )
    2. Kimiawi ( abatesasi )
    3. Biologis ( predator ikan / ikan )

  1. Untuk mencegah penyakit demem berdarah dengue , setiap keluarga di anjurkan untuk melaksanakan PSN-

DBD di rumah-rumah dan halaman sekitarnya melalui cara 3 M :

    1. Mengiuras bak mandi sekurang-kurangnya 1 minggu sekali dan hati-hati pula tempat penampunan air di bawah lemari.
    2. menutup rapat-rapat tempat penampungan air ( drum, tempayan , dll )
    3. Mengganti air vas bunga/ tanaman air seminggu sekali.
    4. Mengganti air tempat minum burung.
    5. Menimbun barang-barang bekas yang dapt menampunng air.

  1. membasi jentik-jentik secara kimia dengan abattesasi. Dilakukan dengan menaburkan bubuk abate di tempat- tempat penampungan air yang sulit di kuras.atau di daerah air bersih sulit didapat sehingga

perlu penampunan air hujan. Untuk pemberian abate dengan takaran 1 sendok makan peres (+ 10 gr )

untuk 100 liter air.

d. membasmi jentik cara biologis ( predator/ Ikan ) dapat dilakuka dengan menaruh ikan pemakan jentik

pada penampungan air ) misalnya ; ikan cupang,ikan mujair.

e.Di usahakan agar kondisi lingkungan tidak / kurang disenangi nyamuk sehingga umur nyamuk berkurang

atau tidak mempunyai kesempatan untuk menhlarkan penyakit.antara lain melalui :

- menambah pencahayaan ruangan-ruangan dalam rumah dengan jendela kaca, genteng kaca , lubang

ventilasi yang cukup besar dan memasang kawat nyamuk halus , menggunakan cat yang berwarna cerah

Hindari menggantung pakaian di kamar dan kamar mandi atau tempat yang gelap agar tidak menjadi tempat peristirahatan nyamuk. Menurangi tanaman peru/hias sehingga tidak terlalu lembab dan gelap.

No related posts.

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.



Leave a Reply