Akibat dan Manfaat Kemoterapi

Kemoterapi Akibat dan Manfaatnya

Penulis: dr.Nugroho P.SpP.KHOM

KEMOTERAPI

Akibat dan Manfaatnya

Dr. Nugroho Prayogo, Sp.PD.KHOM

Apakah Kemoterapi

Pada saat ini cara pengobatan kanker dapat digolongkan sebagai berikut:

Pembedahan (operasi) yaitu mengambil jaringan tumor, radiasi, membubuh tumor dengan sinar berenergi tinggi untuk merusak sel kanker, kemoterapi terapi menggunakan obat untuk membunuh sel kanker, hormon terapi, menghambat kanker yang perkembnagannya tergantung hormon dan biologi terapi atau imunoterapi, yaitu menggunakan kemampuan biologi tubuh yang alamiah untuk memerangi tumor. Tergantung pada tahapan kanker, cara pengobatan dapat tunggal ataupun kombinasi dari jenis pengobatan tersebut diatas. Kombinasipun dapat berurutan misalnya: Operasi dilanjutkan kemoterapi atau dapat pula bersamaan seperti kemoterapi disertai radiasi atau radiasi plus hormonal terapi. Kemoterapi merupakan cara pengobatan kanker dengan jalan memberikan zat/obat yang mempunyai khasiat membunuh sel kanker dan diberikan secara sistematik. Obat anti kanker yang artinya penghambat kerja sel. Untuk kemoterapi bisa digunakan satu jenis sitostika. Pada sejarah awal penggunaan kemoterapi digunakan satu jenis sitostika, namun dalam perkembangannya kini umumnya dipergunakan kombinasi sitostika atau disebut regimen kemoterapi, dalam usaha untuk mendapatkan hasiat lebih besar.

Pemakaian obat-obatan baik tunggal kombinasi ini telah melalui penyelidikan mendalam diberbagai pusat kesehatan. Semua akibat yang bermanfaat (khasiat) serta dampak buruknya semua jenis kemoterapi sudah disahkan oleh Dep Kes dinegara yang bersangkutan, maka akan menjadi suatu regimen standart, sedangkan apabila masih dalam penelitian dipusat pengobatan kanker, belum disahkan disebut regimen kemoterapi dalam uji klinik (clinical trial).

Memahami sifat-sifat sitostatika serta penggunaannya, baik tunggal ataupun regimen kombinasi serta akibat baik dan buruk juga apa manfaatnya merupakan pekerjaan sehari-hari para dokter onkologi. Dan tugasnya pula untuk mengembangkan dan menyempurnakannya. RS Dharmais merupakan salah satu pusat kanker yang bertugas mengemban misi tersebut. Khususnya penerapannya pada kasus-kasus di Indonesia.

Bagaimana cara kemoterapi ?

Kemoterapi merupakan pengobatan sistemik, sebagian besar diberikan dengan cara injeksi kedalam pembuluh baik vena, sebagian kecil dapat berupa tablet/capsul dan kadang-kadang ada yang diberikan subcutan atau suntik dibawah kulit, serta intratekal (diinjeksikan kedalam system syaraf) jarang sekali yang disuntikan ke otot. Apabila pasien diberikan suntikan intravena, seringkali digunakan kateter atau selang plastik kedalam vena untuk mencegah kerusakan vena serta mempermudah injeksi. Kemoterapi diberikan diberikan secara siklit, dapat secara mingguan, dua mingguan 3-4 mingguan. Pasien mendapatkan kemoterapi dosis tinggi diberikan dalam unit rawat inap. Kondisi pasien juga menentukan apakah dapat diberikan dirawat jalan atau rawat inap.

Apa akibatnya

Tubuh manusia terdiri dari organ-organ tubuh. Organ tubuh terdiri dari jaringan dan jaringan dari sel tubuh yang berubah atau mutasi menjadi ganas dan membelah terus terkendali dan menjadi besar mendobrak, merusak, jaringan sekitarnya dan akhirnya menyebar, bersarang diorgan lain dan mengulangi pertumbuhan seperti tempat semula. Sel kanker inilah yang menjadi target obat kemoterapi.

Akibat kemoterapi bermacam-macam tergantung jenisnya, dosis besar dan ganda mempunyai akibat akan lebih besar dan sebagainya.

Kemoterapi anti kanker akan menyebabkan sel kanker serta beberapa jenis sel sehat yang juga sedang membelah atau tumbuh mengalami kerusakan. Namun sel kanker akan mengalami kerusakan lebih parah dibanding kerusakan pada sel sehat. Setelah beberapa periode 1-3 minggu sel sehat pulih dan sel kanker juga akan pulih kembali namun mengalami kerusakan berarti, sehingga atas dasar inilah obat anti kanker dipergunakan. Untuk mencegah kerusakan permanent dari sel sehat, obat kanker tidak bisa diberikan sekaligus 4-8 siklus. Hal ini dimaksud untuk memulihkan sel sehat. Dilain pihak berangsur mengecilkan kanker sehingga akhirnya sel kanker menjadi sangat kecil tidak terlihat lagi dan bisa dihancurkan dengan sinar atau dihilangkan dengan operasi. Secara umum obat anti kanker mempunyai akibat terhadap sel kanker yang sedang cepat membelah itu, namun sel sehat yang cepat membelah pun termasuk kena akibat anti kanker tersebut. Diantara sel sehat yang terkena akibat adalah sel-sel darah dimana berfungsi memerangi infeksi, membantu pembekuan dan membawa oxygen keseluruh tubuh. Bila sel-sel darah terkena pengaruh, maka penderita akan gampang terkena infeksi, gampang memar dan serta mudah mengalami pendarahan. Demikian pula badan terasa lemah karena kurang energi yang dibakar oleh oxygen.

Sel-sel pada saluran cerna juga cepat membelah, sehingga akibat gangguan saluran cerna, pasien akan merasa tidak nafsu makan, mual muntah serta sariawan dan diare akibat rontoknya selaput lender mulut dan usus.

Rambut yang sedang tumbuh pun akan rontok, pertumbuhan terhenti, sementara haid menjadi tidak ada dan laki-laki sementara mengalami sterilisasi. Pada pusat kanker yang lengkap disediakan bank sperma untuk antisipasi apabilia terjadi sterilisasi permanent pada pria.

Untuk kemoterapi yang sangat agresif dimana kerusakan sel darah sangat berat, dipergunakan cangkok sum-sum tulang dari tubuh sendiri (autologus bone marrow tranplantation). Sel susm-sum tulang kita diambil dan disimpan dengan pengawet. Pada waktu kerusakan sel darah begitu berat akibat kemoterapi yang agresif, sel sum-sum tulang badan kita yang disimpan ditransfusikan kembali ketubuh untuk memulihkan kerusakan tersebut. Di Rumah Sakit Kanker “Dharmais” hal tersebut sudah dapat dilakukan. Pada prakteknya sehari-hari yang dikhawatirkan pasien terutama muntah, sariawan, nafsu makan hilang dan terutama wanita adalah kebotakan. Hal ini wajar, namun dengan penerangan dan persiapan lebih baik, antara lain pemeriksaan laboratorium berkala, obat anti muntah, obat nafsu makan serta obat-obat lain, semua dapat diatasi. Disamping itu gangguan tersebut tidak permanent akan pulih sebelum dilakukan siklus berikutnya.

Mengingat pengobatan kanker dengan kemoterapi memberikan efek samping yang cukup berat, sebelum mendapatkan kemoterapi pasien harus menjalani beberapa pemeriksaan agar tubuhnya tahan menghadapi akibat dari kemoterapi. Pemeriksaan awal tersebut ditetapkan oleh dokter onkologi medik, diantaranya pemeriksaan darah lengkap, test fungsi liver dan lain-lain.

Apa manfaatnya?

Sampai saat ini tidak semua kanker mendapat manfaat dari kemoterapi.

Berikut ini rincian beberapa manfaat kemoterapi pada berbagai jenis kanker.

1. Kemoterapi sangat bermanfaat (karena dapat sembuh atau hidup lama).

· Penyakit Hodgkin

· Non Hodgkin limfoma jenis large sel

· Kanker testis jenis germ sel

· Leukemia dan Limfoma pada anak

2. Kemotarapi bermanfaat (karena dapat dikendalikan cukup lama, kadang-kadang sembuh)

· Kanker Payudara

· Kanker Ovarium

· Kanker Paru jenis small sel

· Limfoma non Hodgkin

· Multiple Mieloma

3. Kemoterapi bermanfaat untuk paliatif (dapat mengulang gejala)

· Kanker Nasofaring

· Kanker Prostat

· Kanker Endometrium

· Kanker Leher dan Kepala

· Kanker Paru jenis non small sel

4. Kemoterapi kadangkala bermanfaat

· Kanker Nasofaring

· Melanoma

· Kanker usus besar

Mengingat keterbatasan manfaat kemoterapi, maka digunakan kombinasi dengan cara pengobatan lain untuk mengambil masing-masing manfaat, yaitu:

Kemoterapi adjuvant, kemoterapi yang diberikan sesudah operasi. Manfaatnya mengurangi kekambuhan local dan mengurangi penyebaran yang akan timbul.

Kemoterapi neo adjuvant kemoterapi yang diberikan sebelum operasi manfaatnya adalah mengurangi ukuran tumor sehingga mudah dioperasi.

Kemoterapi paliatif diberikan hanya untuk mengurangi besarnya tumor yang dalam hal ini karena atau lokasinya menggangu pasien karena nyeri ataupun sulit bernafas. Kemoterapi adalah suatu cara penobatan kanker yang sudah teruji, meski pun tidak dapat dihindari adanya efek samping. Penelitian-penelitian yang professional tentang kemoterapi dapat dimanfaatkan untuk pengobatan kanker dan mengeliminasi efek samping yang terjadi.

Rumah Sakit Kanker “Dharmais” selalu mengembangkan pengetahuan dibidang pengobatan penyakit kanker, termasuk pengobatan dengan kemoterapi.

No related posts.

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.



17 Responses to “Akibat dan Manfaat Kemoterapi”

  1. endah says:

    pengertian kemoterapi agresif apa yah dok, trus dilakukan pada kanker jenis apa aja, apakah ada tahp2 dalam pemberiannya

  2. sammy says:

    sedang diproses

  3. irfan says:

    berapa siklus yang harus dijalani pasien retinoblastoma post eksenterasi y dok? tks

  4. yuni says:

    Dok anak sy pernah kemo & skrng payudaranya kecil sebelah apa karna kemo ? adakah cara menormalkannya ?

  5. sammy says:

    Prinsip kerja obat kemoterapi adalah menghentikan atau menghambat pembelahan sel. yang tujuannya menghancurkan sel dengan pertumbuhan yang sangat cepat yaitu sel kanker,namun karena diberikan secara sistemik kedalam pembuluh darah, maka sel-sel tubuh normal lainnya juga terkena imbas, sel-sel tubuh normal yang sedianya membelah, atau bahasa umumnya bertumbuh dan berkembang, menjadi terhambat dengan adanya terapi ini, contoh kulit, rambut, kuku (dalam keadaan normal sel-sel tersebut merupakan sel tubuh yang paling cepat pembelahannya). termasuk organ payudara anak ibu, bila dalam usia pertumbuhan (s.d 21 tahun) otomatis juga terhambat pertumbuhan dan perkembangannya. dan seharusnya hal ini sudah dijelaskan sebelum tindakan kemoterapi diberikan, namun bila program terapi telah selesai, biasanya sel-sel tubuh yang terkena imbas akan recovery menuju keadaan normal lagi, yang tiap orang tidak sama waktunya.

  6. desy says:

    Dok ibu saya baru saja diangkat payudaranya krn ada tumor stadium III apa setelah operasi harus dikemoterapi atau tidak atau ada alternatif lain selain kemo

  7. sammy says:

    pada prinsipnya penanganan penyakit tumor ganas dan kanker ada 3, yaitu Kemoterapi, Radiasi, dan Operasi, pada kenyataannya tidak selalu harus semua tindakan tersebut dilaksanakan, bisa operasi saja, kemoterapi saja, atau radiasi (sinar) saja, atau kombinasi antara ketiganya, tergantung dari tingkat keparahan dan kondisi penyakit, adapun untuk kasus ibu anda lebih baik menanyakan kepada dokternya secara lebih detil perihal kondisi penyakitnya, apakah ada penyebaran (metastase) atau tidak, kalau ada apakah bisa dijangkau dengan sinar atau operasi tidak, karena tindakan yang 2 ini efek sampingnya terlokalisasi di area tindakan, sedangkan kemoterapi efek sampingnya menjadi sistemik / keseluruhan sistem tubuh karena kemoterapi di berikan melalui sistem peredaran darah (di infus). apabila kata dokternya tidak ada penyebaran, berarti tindakan operasi sudah dirasa cukup untuk penanganan penyakit ibu anda.
    salam dan terima kasih

  8. Ashi Ariani says:

    Sya adalah pndrita kanker darah stadium 2, apakah wajar jika sya yg brumur 16 tahun mnglami pembelahan sel kanker di otak yg sngt cepat, sdgkan sya sudah kemoterapi sbnyak 6x ..??

  9. sammy says:

    penyakit kanker merupakan penyakit yang sangat berbahaya, hampir dipastikan angka kematian akibat penyakit ini sangat tinggi di berbagai negara. adapun pada kasus anda yang menyerang sel darah, disertai pembelahan sel kanker di otak yang menurut anda sangat cepat. bisa jadi sudah terjadi metastase dan jenis kanker nya amat ganas (bermitosis dalam waktu singkat) diperlukan adanya modifikasi dalam program kemoterapi anda, silahkan menghubungi dokter spesialis kankernya. trims

  10. Sri yuniarti says:

    Dok, kira2 dampak kemoterapi pd keluarga pasien krn cendrung kontak lgsg dgn pasien.

  11. sammy says:

    sebetulnya dampak kontak langsung pada saat di rumah tidak begitu beresiko hanya perlu diwaspadai radiasi dari obat kemoterapinya saat proses kemoterapi di rumah sakit, dan makanan yang terpapar saat proses kemoterapi. radiasi dari obat kemoterapi tidak tampak jadi kita tidak akan menyadarinya, dengan kata lain efek jangka panjang bagi keluarga bisa saja terjadi apabila :
    - obat kemoterapi tercecer dan tidak segera dilakukan sterilisasi, meskipun begitu tanpa tercecer pun obat kemoterapi (biasanya sudah dicampur kedalam cairan infus) sudah mengandung radiasi
    - makan makanan terbuka dekat obat kemoterapi yang terus menerus, dalam jangka panjang dapat mengakibatkan kelainan pada tubuh, jadi lebih baik saat menunggu pasien kemoterapi tidak memabawa makanan dan tentu saja tidak makan minum di dekat pasien
    -

  12. wendy says:

    mau nanya donk…mertua saya sudah jalani operasi pengangkatan payudara (kata dokter stadium 2), hasil pemeriksaan terakhir kata dokter sudah bersih (mungkin krn penanganannya cepat, begitu rasa ada benjolan, lgs konsul ke dokter untuk ditindak).. namun kenapa dokter menyuruh untuk kemo lagi?? apa akibatnya jika tidak kemo?
    trus apakah bisa mengkonsumsi makanan sehat (health food) atau herbal saja??? karena takutnya mertuaku nanti jadi sakit2an padahal sebelumnya jarang sakit..
    mohon masukannya
    terima kasih

  13. ria says:

    buat yang sudah menjalani kemoterapi apa yang anda rasakan

    buat yang telah mengalami kemoterapi apa yang anda rasakan .pada kemo yang keberapa anda merasa sangat menderita?

  14. ria says:

    buat yang telah mengalami kemoterapi apa yang anda rasakan .pada kemo yang keberapa anda merasa sangat menderita?

  15. farid nurdiansyah says:

    met malam dok…dok kemotraphy itu apakah hanya dilakukan untuk orang penderita kanker???? ato ada penyakit lain yg cra pengobatannya harus dengan cara kemotraphy??? klo ada penyakit apa saj itu dok ????
    terima kasih byk sebelumnya…

  16. sammy says:

    kemoterapi sejauh ini ditujukan untuk penyakit kanker, baik dalam pengobatan maupun maintanance (tindakan pemeliharaan).

  17. [...] Sumber: http://jarumsuntik.com/akibat-dan-manfaat-kemoterapi/ Share this:ShareFacebookLike this:SukaBe the first to like this post. [...]

Leave a Reply